Usaha Mikro dan Kecil (UMK) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi mencapai 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional (Kemenkop UKM, 2024). Namun, potensi besar ini masih terkendala tantangan struktural yang menghambat pengusaha UMK untuk naik kelas, khususnya dalam memperluas jangkauan pasar ke taraf global.
Menjawab tantangan tersebut, YCAB Foundation dengan dukungan UPS menginisiasi Program Wirausaha Ekspor Indonesia (WEI) 2.0 yang dilaksanakan pada bulan Juli hingga Desember 2025. Program ini dirancang sebagai inisiatif pengembangan kapasitas pengusaha UMK guna perkuat kesiapan ekspor, terkhusus untuk pengusaha UMK di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Wahono Kolopaking, Head of Project Management Division YCAB Foundation, menyampaikan bahwa WEI 2.0 hadir sebagai akselerator bagi pelaku UMK untuk menembus pasar internasional melalui pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan peta jalan ekspor yang komprehensif, mulai dari penguatan literasi digital hingga strategi akses pasar. “WEI 2.0 menjadi fondasi penting yang membekali UMK dengan kompetensi teknis dan strategis, sehingga langkah menuju pasar global bukan lagi sekadar impian, melainkan rencana bisnis yang terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program WEI 2.0 dilaksanakan melalui pendekatan yang terdiri dari tiga tahap: pelatihan chatbot, webinar masterclass, dan sesi mentoring. Melalui pelatihan chatbot, sebanyak 336 pengusaha UMK memperoleh pemahaman awal mengenai peluang ekspor, risiko perdagangan internasional, serta dasar-dasar kesiapan usaha untuk memasuki pasar global.
Peserta yang menunjukkan komitmen dan potensi kemudian melanjutkan ke tahap kedua, yaitu webinar masterclass yang dilaksanakan sebanyak lima kali melalui daring. Sebanyak 97 UMK terpilih mengikuti sesi pendalaman materi yang berfokus pada strategi pemasaran digital, riset pasar internasional, dan pengenalan operasional ekspor.
Sebagai tahap akhir, Program WEI 2.0 menghadirkan sesi mentoring intensif bagi 50 pengusaha UMK terpilih. Pada tahap ini, peserta mendapatkan pendampingan langsung dari mentor berpengalaman serta dukungan dana usaha sejumlah Rp2.500.000 untuk membantu para peserta menyusun export readiness plan. Pendampingan ini mendorong UMK untuk mengambil langkah konkret dalam mempersiapkan produk, strategi pemasaran, dan kesiapan bisnis menuju pasar ekspor.
Salah satu peserta, Ibu Lussy, pengusaha UMK perempuan yang mengembangkan brand aksesori handmade berbahan mutiara air tawar, menyampaikan bahwa pendampingan dalam Program WEI sangat membantunya memahami proses ekspor secara praktis. “Saya mendapatkan mentor yang sangat baik. Kami mempelajari semua proses ekspor, mulai dari pengemasan, penyusunan checklist, hingga pembuatan invoice, dan seluruh materi langsung dipraktikkan. Program ini sangat bermanfaat karena apa yang kami pelajari bisa langsung diterapkan,” ujar Ibu Lussy.
Lebih dari sekadar program pelatihan, WEI 2.0 menjadi langkah nyata dalam mendorong UMK Indonesia, untuk naik kelas dan mengakses peluang pasar global secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara YCAB Foundation dan UPS, Program WEI 2.0 menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat daya saing UMK dan mendorong pemberdayaan ekonomi di Indonesia.
