YCAB Foundation
search
  • Home
  • Siapa Kita
    • Tentang YCAB Foundation
    • Premise of Change
    • Inilah Tim Kami
    • Nilai Utama Kami
  • Program
    • Grantmaking
    • Center of Change
    • Program Kami
    • Penerima Manfaat Kami
    • Jejak Internasional
  • YCAB in Numbers
  • Impact Report
  • Berita & Media
    • Berita & Highlight
    • Liputan Media
  • Donate
  • Volunteer
  • EN
  • Skip to primary navigation
  • Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

YCAB Foundation

Child by Child We Build Our World

search
  • Donate
  • Volunteer
  • EN
  • EN
  • Home
  • Siapa Kita
    • Tentang YCAB Foundation
    • Premise of Change
    • Inilah Tim Kami
    • Nilai Utama Kami
  • Program
    • Grantmaking
    • Center of Change
    • Program Kami
    • Penerima Manfaat Kami
    • Jejak Internasional
  • YCAB in Numbers
  • Impact Report
  • Berita & Media
    • Berita & Highlight
    • Liputan Media

Berita Terbaru

Wirausaha Ekspor Indonesia 2.0 Dorong UMK Menembus Pasar Ekspor Global

Posted on Januari 28, 2026

Usaha Mikro dan Kecil (UMK) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi mencapai 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional (Kemenkop UKM, 2024). Namun, potensi besar ini masih terkendala tantangan struktural yang menghambat pengusaha UMK untuk naik kelas, khususnya dalam memperluas jangkauan pasar ke taraf global.

Menjawab tantangan tersebut, YCAB Foundation dengan dukungan UPS menginisiasi Program Wirausaha Ekspor Indonesia (WEI) 2.0 yang dilaksanakan pada bulan Juli hingga Desember 2025. Program ini dirancang sebagai inisiatif pengembangan kapasitas pengusaha UMK guna perkuat kesiapan ekspor, terkhusus untuk pengusaha UMK di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Wahono Kolopaking, Head of Project Management Division YCAB Foundation, menyampaikan bahwa WEI 2.0 hadir sebagai akselerator bagi pelaku UMK untuk menembus pasar internasional melalui pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan peta jalan ekspor yang komprehensif, mulai dari penguatan literasi digital hingga strategi akses pasar. “WEI 2.0 menjadi fondasi penting yang membekali UMK dengan kompetensi teknis dan strategis, sehingga langkah menuju pasar global bukan lagi sekadar impian, melainkan rencana bisnis yang terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program WEI 2.0 dilaksanakan melalui pendekatan yang terdiri dari tiga tahap: pelatihan chatbot, webinar masterclass, dan sesi mentoring. Melalui pelatihan chatbot, sebanyak 336 pengusaha UMK memperoleh pemahaman awal mengenai peluang ekspor, risiko perdagangan internasional, serta dasar-dasar kesiapan usaha untuk memasuki pasar global.

Peserta yang menunjukkan komitmen dan potensi kemudian melanjutkan ke tahap kedua, yaitu webinar masterclass yang dilaksanakan sebanyak lima kali melalui daring. Sebanyak 97 UMK terpilih mengikuti sesi pendalaman materi yang berfokus pada strategi pemasaran digital, riset pasar internasional, dan pengenalan operasional ekspor.

Sebagai tahap akhir, Program WEI 2.0 menghadirkan sesi mentoring intensif bagi 50 pengusaha UMK terpilih. Pada tahap ini, peserta mendapatkan pendampingan langsung dari mentor berpengalaman serta dukungan dana usaha sejumlah Rp2.500.000 untuk membantu para peserta menyusun export readiness plan. Pendampingan ini mendorong UMK untuk mengambil langkah konkret dalam mempersiapkan produk, strategi pemasaran, dan kesiapan bisnis menuju pasar ekspor.

Salah satu peserta, Ibu Lussy, pengusaha UMK perempuan yang mengembangkan brand aksesori handmade berbahan mutiara air tawar, menyampaikan bahwa pendampingan dalam Program WEI sangat membantunya memahami proses ekspor secara praktis. “Saya mendapatkan mentor yang sangat baik. Kami mempelajari semua proses ekspor, mulai dari pengemasan, penyusunan checklist, hingga pembuatan invoice, dan seluruh materi langsung dipraktikkan. Program ini sangat bermanfaat karena apa yang kami pelajari bisa langsung diterapkan,” ujar Ibu Lussy.

Lebih dari sekadar program pelatihan, WEI 2.0 menjadi langkah nyata dalam mendorong UMK Indonesia, untuk naik kelas dan mengakses peluang pasar global secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara YCAB Foundation dan UPS, Program WEI 2.0 menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat daya saing UMK dan mendorong pemberdayaan ekonomi di Indonesia.

Language

  • EN
← PreviousEramet Indonesia dan YCAB Foundation Luncurkan Program LAKSMI di Ternate untuk Bangkitkan UMKM Perempuan Lokal
Next →YCAB Foundation dan VT Markets Berkolaborasi Dukung 100 Keluarga di Jakarta Timur

sidebar

Follow Us on Social Media

  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • Linked In

Enter Your Email

  • Contact Us
  • About
  • Donate
  • News
  • Terms
  • Privacy

"Apart from the free survey software, we also have access to QuestionPro's free survey templates.
We've found many of them useful and powerful to collect insights from various stakeholders of our organization."

Copyright © 2026 YCAB Foundation. All Rights Reserved.