Sumber: jpnn.com
JAKARTA – YCAB Foundation menyelenggarakan Digital Job Fair Day sebagai bagian dari inisiatif DEAL (Digital Education and Literacy) bertema Mempersiapkan Masa Depan di Era Digital.
Senior Programs Manager YCAB Foundation, Imansyah Arraniry menyatakan acara tersebut bertujuan membuka akses bagi siswa dan alumni SMK untuk mengenal dunia kerja, serta menjajaki peluang karir di sektor digital.
Dengan dukungan ChildFund Korea, acara ini dirancang untuk mendukung transisi dari sekolah ke dunia kerja, serta meningkatkan akses terhadap peluang bagi kaum muda yang kurang terlayani.
Inisiatif tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun jalur menuju pekerjaan yang layak dan ketahanan ekonomi bagi generasi muda.
“Kami ingin membekali siswa SMK dengan keterampilan digital yang relevan dan membuka jalur langsung menuju dunia kerja,” kata Imansyah saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.
Meskipun data BPS tahun 2023 mencatat penurunan, Indonesia dinilai tetap menjadi negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di Asia Tenggara, dengan lulusan SMK sebagai penyumbang terbesar.
Situasi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki lulusan SMK dengan kebutuhan industri saat ini.
Di tengah dinamika tersebut, transformasi digital semakin mempercepat perubahan dalam dunia kerja dan membawa tantangan besar bagi dunia kerja.
Teknologi seperti AI diperkirakan akan memengaruhi sekitar seperempat dari seluruh pekerjaan di dunia, tetapi juga menciptakan peluang baru.
Pengembangan keterampilan digital menjadi sangat penting bagi lulusan SMK agar mereka siap bersaing di pasar kerja yang terus berkembang.
Proyek DEAL hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan meningkatkan literasi dan keterampilan digital murid SMK di Jakarta.
DEAL telah menjangkau 6 SMK dengan memberikan dukungan berupa peningkatan infrastruktur dan pelatihan digital bagi 211 siswa dan 60 guru.
Digital Job Fair Day dihadirkan sebagai wadah eksplorasi karier, pelatihan praktis, serta peluang rekrutmen langsung, dengan melibatkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Sebanyak 211 murid dan alumni dari 6 SMK mengikuti kegiatan ini, bersama dengan 15 perusahaan dari berbagai sektor industri.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi seminar inspiratif, workshop praktikal, eksplorasi booth perusahaan, dan sesi walk-in interview.
“Digital Job Fair Day menjadi bagian penting dari proses itu, membangun jembatan antara sekolah dan industri, serta memberikan pengalaman nyata bagi siswa dan alumni untuk menjajaki peluang karir yang sesuai dengan perkembangan zaman,” tuturnya.
