Guru memiliki peran penting dalam membentuk kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja. Untuk itu, peningkatan kapasitas guru menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan pembelajaran vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan dunia kerja.
Melalui program VT Goes To School (VTGTS), YCAB Foundation berkomitmen memperkuat pendidikan vokasi melalui peningkatan kapasitas guru dan peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program ini menghadirkan pelatihan dan pendampingan langsung di sekolah untuk memperkuat ekosistem pembelajaran vokasi bagi guru dan peserta didik, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta membekali siswa dengan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan.
Salah satu kurikulum dalam program VTGTS adalah JADIPro, yang berfokus pada penguatan kompetensi digital sekaligus kesiapan kerja peserta didik. Kurikulum JADIPro dirancang untuk diterapkan sebagai bagian dari pembelajaran intrakurikuler di sekolah. Agar implementasi kurikulum di sekolah berjalan optimal, guru-guru mitra terlebih dahulu mengikuti Training of Trainers (ToT) JADIPro sebagai bekal dalam menyampaikan materi kepada peserta didik.
Training of Trainers (ToT) JADIPro diikuti oleh 36 guru dari 18 SMK swasta mitra di Jakarta, Bandung, dan Bali. Kegiatan ini berlangsung selama sembilan hari yang dilaksanakan secara tatap muka di Kantor YCAB Foundation dalam periode 23 Mei–11 Juni 2026.
Selama pelatihan, para guru mendapatkan pembekalan materi yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah. Materi tersebut mencakup pengembangan keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration), penyusunan email profesional, penggunaan platform video conference, pengoperasian perangkat lunak pengolah dokumen, data, dan presentasi, hingga materi kesiapan kerja seperti personal branding, penyusunan CV dan cover letter, strategi mencari lowongan pekerjaan, serta simulasi wawancara.
Melalui ToT JADIPro, guru tidak hanya memperkuat kompetensi profesionalnya, tetapi juga dipersiapkan menjadi fasilitator yang mampu mengimplementasikan kurikulum JADIPro secara efektif di sekolah. Bekal yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Sejalan dengan komitmen YCAB Foundation dalam memperkuat pendidikan, implementasi JADIPro melalui program VT Goes To School diharapkan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi sekolah mitra maupun peserta didik. Dengan kapasitas guru yang semakin kuat, pembelajaran di SMK diharapkan mampu membekali generasi muda dengan kompetensi digital dan kesiapan kerja yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia profesional.
